MAKALAH
KOLASE
DAN MONTASE
DISUSUN
OLEH:
NAMA
ANGGOTA KELOMPOK 4/3F:
1. ARYA
PANDU W.
2. INDAH
SRI PURWATI
3. INTAN
NURLITA
4. DEWI RAHMAWATI
5. IBNU
ATO’ILAH
STKIP PGRI TULUNGAGUNG
Jalan Mayor Sujadi No.7
Tulungagung Telp./ Fax 0355-321426
Email:stkippgritulungagung@gmail.com/website: stkippgritulungagung.ac.id/Kode
Pos 6622
KATA
PENGANTAR
Assalamualikum Wr. Wb
Puji syukur kami
panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, taufik dan inayah-Nya serta
nikmat sehat sehingga penyusunan makalah guna memenuhi tugas mata kuliah
pendidikan Seni Rupa SD ini dapat selesai sesuai dengan yang diharapkan.
Dalam penyusunan
makalah ini tentunya hambatan selalu mengiringi namun atas bantuan, dorongan
dan bimbingan dari orang tua, dosen pembimbing dan teman-teman yang tidak bisa
saya sebutkan satu persatu akhirnya semua hambatan dalam penyusunan makalah ini
dapat teratasi.
Makalah ini kami susun
dengan tujuan sebagai informasi serta untuk menambah wawasan khususnya mengenai
Kolase dan Montase. Adapun metode yang kami ambil dalam penyusunan makalah ini
adalah berdasarkan pengumpulan sumber informasi dari berbagai karya tulis dan
kajian serta web-blog.
Semoga
makalah ini dapat memberikan manfaat dan motivasi sekaligus menambah wawasan
untuk saya pribadi khususnya dan untuk para pembaca. Tidak lupa juga kami mohon
maaf apabila dalam penyusunan makalah ini terdapat kesalahan dalam hal
penyusunan dan isi makalah maupun kosa kata yang mungkin tidak memenuhi standar
bahasa indonesia yang baik dan benar. Kami sebagai penulis sadar bahwa makalah
ini masih jauh dari kata sempurna dan untuk itu kritik dan saran sangat kami
harapkan demi kebaikan makalah kami.
Tulungagung, Oktober 2015
Penyusun
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Kolase adalah komposisi artistik yang dibuat dari berbagai
bahan, seperti kertas, kain, kaca, logam, kayu, dan lainnya yang ditempelkan
pada permukaan gambar. Kolase merupakan karya seni rupa dua dimensi yang
menggunakan berbagai macam paduan bahan
Seni kolase berlawanan sifatnya dengan seni lukis,
pahat atau cetak dimana karya yang dihasilkan tidak lagi memperlihatkan bentuk
asal material yang dipakai. Pada seni lukis,
misalnya, dari kanvas putih menjadi lukisan yang
berwarna-warni. Dalam seni kolase bentuk asli dari material yang digunakan
harus tetap terlihat. Jadi kalau menggunakan kerang-kerangan atau
potongan-potongan foto, material tersebut harus masih dapat dikenali bentuk
aslinya walau sudah dirakit menjadi satu kesatuan.
Karya montase
dihasilkan dari mengeposisikan beberapa gambar yang sudah jadi dengan gambar
yang sudah jadi lainnya. Gambar rumah dari majalah kemudian dipotong yang hanya
diambil gambar rumahnya saja kemudian ditempelkan pada permukaan alas gambar.
Ini merupakan salah satu contoh sederhana dari karya montase.
Montase dua dimensi dianggap seperti karya lukisan karena materialnya
terdiri dari gmbar-gambar yang sudah jadi hanya karena dipotong-potong lalu
dipadukan sehingga menjadi satu kesatuan karya ilustrasi. Montase disamping
dibuat dua dimensi juga tiga dimensi, montase tiga dimensi berbentuk setting.
B. RUMUSAN MASALAH
1.
Apa saja bahan-bahan yang di perlukan
untuk membuat kolase?
2. Bagaimana
cara membuat Kolase?
3. Apa
saja bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat montase?
4. Bagaimana
cara membuat Montase?
C. TUJUAN
1. Untuk
mengetahui bahan-bahan yang di perlukan untuk membuat kolase.
2. Untuk
mengetahui cara membuat Kolase.Untuk mengetahui bahan-bahan yang diperlukan
untuk membuat montase.
3. Untuk
mengetahui cara membuat Montase.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Kolase
Pengertian kolase: Seni lukis Kolase adalah
sebuah cabang dari seni rupa yang meliputi kegiatan menempel potongan-potongan
kecil berbagai macam benda seperti potongan kertas, kain, kaca logam atau kain
yang direkatkan pada suatu permukaan sehingga membentuk sebuah desain
atau rancangan tertentu.
Dalam seni lukis kolase bentuk asli dari material yang digunakan harus
tetap terlihat, jadi kalau menggunakan kerang-kerangan atau potongan-potongan
foto, benda bekas, material tersebut harus masih dapat dikenali bentuk aslinya
walau sudah dirakit menjadi satu kesatuan.
Seni kolase berlawanan sifatnya dengan seni lukis,
pahat atau cetak dimana karya yang dihasilkan tidak lagi memperlihatkan bentuk
asal material yang dipakai. Pada seni lukis,
misalnya, dari kanvas putih menjadi lukisan yang
berwarna-warni. Dalam seni kolase bentuk asli dari material yang digunakan
harus tetap terlihat. Jadi kalau menggunakan kerang-kerangan atau
potongan-potongan foto, material tersebut harus masih dapat dikenali bentuk
aslinya walau sudah dirakit menjadi satu kesatuan.
Bahan dan alat yang diperlukan:
Kertas gambar, kertas warna, kertas
limbah, bahan alam, potongan kain, lem, pinsil, gunting, atau/dan cutter.
Prosedur pengerjaan:
(a) Buatlah
rancangan/gambar yang akan diselesaikan dengan kolase pada kertas gambar yang
disediakan.
(b)
Jiplakkan bentuk/gambar pada warna
sesuai pilihan, potong/gunting secermat mungkin. Kemudian tempelkan
bentuk/gambar tersebut menggunakan lem pada tempat yang sudah dirancang tadi.
Warna yang digunakan dapat diambil dari kertas warna, potongan kain, limbah
percetakan, limbah alam (daun, kulit pohon dan sebagainya).
Karya Kolase (tempelan kertas warna)
|
B. Montase
Pengertian Montase, menurut kamus besar Bahasa Indonesia, yaitu komposisi
gambar-gambar yang dihasilkan dari
percampuran unsur dari beberapa sumber.
Pada perkembangannya montase yang semula terbatas pada karya dua dimensi
sekarang telah merambah kepada karya tiga dimensi. Karya montase ini juga
kurang dikenal oleh kalangan umum, karena bentuk karyanya masih mempunyai
kemiripan dengan seni lukis, seni kriya, seni patung. Sehingga jenis karya ini
dianggap sebagai salah satu dari jenis karya tersebut.
Karya montase dihasilkan dari mengeposisikan beberapa gambar yang sudah
jadi dengan gambar yang sudah jadi lainnya. Gambar rumah dari majalah kemudian
dipotong yang hanya diambil gambar rumahnya saja kemudian ditempelkan pada
permukaan alas gambar. Ini merupakan salah satu contoh sederhana dari karya
montase.
Montase dua dimensi dianggap seperti karya lukisan karena materialnya
terdiri dari gmbar-gambar yang sudah jadi hanya karena dipotong-potong lalu
dipadukan sehingga menjadi satu kesatuan karya ilustrasi. Montase disamping
dibuat dua dimensi juga tiga dimensi, montase tiga dimensi berbentuk setting.
Fungsi Montase:
Sedangkan fungsi
dari Montase, sebagai berikut:
1.
Fungsi praktis ,
yaitu fungsi pada benda sehari – hari, karya tersebut dapat digunakan sebagai
bahan dekorasi.
2.
Fungsi edukatif
,yaitu dapat membantu mengembangkan daya pikir, daya serap, emosi, estetika,
dan kreativitas
3.
Fungsi ekspresi,
yaitu dengan menggunakan berbagai bahan dan tekstur dapat membantu melejitkan
ekspresi.
4.
Fungsi
psikhologis, yaitu dengan menuangkan ide, emosi yang menimbulkan rasa puas dan
kesenangan sehingga dapat mengurangi beban psikhologis.
5.
Fungsi sosial,
yaitu dapat menyediakan lapangan pekerjaan dengan banyaknya karya yang dimiliki
diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan dengan modal kreativitas.
Bahan dan alat yang diperlukan:
gambar dari majalah/koran/kalender
bekas, atau reproduksi potret, gunting, cutter, lem.
Prosedur pengerjaan:
1) Potonglah
gambar-gambar atau reproduksi potret dari majalah, poster, kalender atau
lainnya mengikuti kontur gambar/potret tersebut. Gambar yang dipotong mungkin
hanya bagian tertentu saja.
2) Susunlah
hasil guntingan tadi berdasarkan kreasi masing-masing, pada kertas gambar yang
sudah disediakan. Susunan gambar tadi akan menghasilkan suatu susunan bentuk
yang baru, dan kadang-kadang aneh, lucu, dan fantastik. Penyusunannya
menggunakan lem.
3) Untuk
memberikan kesan gambar yang artistik dan fantastik, gambar montase ini bisa
dilengkapi dengan goresan spidol warna, atau pulasan cat air pada bagian
tertentu yang dianggap perlu.
Karya Montase (media: Kertas warna,
kelender/majalah bekas, lem, gunting)
|
BAB
III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Kolase
adalah komposisi artistik yang dibuat dari berbagai bahan, seperti kertas,
kain, kaca, logam, kayu, dan lainnya yang ditempelkan pada permukaan gambar.
Kolase merupakan karya seni rupa dua dimensi yang menggunakan berbagai macam
paduan bahan. Selama bahan tersebut dapat dipadukan dengan bahan dasar, akan
menjadi karya seni kolase yang dapat mewakili persaan estetis orang yang
membuatnya.
Seni
kolase berlawanan sifatnya dengan seni lukis,
pahat atau cetak dimana karya yang dihasilkan tidak lagi memperlihatkan bentuk
asal material yang dipakai. Pada seni lukis,
misalnya, dari kanvas putih menjadi lukisan yang
berwarna-warni. Dalam seni kolase bentuk asli dari material yang digunakan
harus tetap terlihat. Jadi kalau menggunakan kerang-kerangan atau
potongan-potongan foto, material tersebut harus masih dapat dikenali bentuk
aslinya walau sudah dirakit menjadi satu kesatuan.
Pengertian
Montase, menurut kamus besar Bahasa Indonesia, yaitu komposisi
gambar-gambar yang dihasilkan dari
percampuran unsur dari beberapa sumber.
Pada perkembangannya montase yang semula terbatas pada karya dua dimensi
sekarang telah merambah kepada karya tiga dimensi. Karya montase ini juga
kurang dikenal oleh kalangan umum, karena bentuk karyanya masih mempunyai
kemiripan dengan seni lukis, seni kriya, seni patung. Sehingga jenis karya ini
dianggap sebagai salah satu dari jenis karya tersebut.
Montase dua
dimensi dianggap seperti karya lukisan karena materialnya terdiri dari
gmbar-gambar yang sudah jadi hanya karena dipotong-potong lalu dipadukan
sehingga menjadi satu kesatuan karya ilustrasi. Montase disamping dibuat dua
dimensi juga tiga dimensi, montase tiga dimensi berbentuk setting.
B. KRITIK DAN SARAN
DAFTAR
PUSTAKA
http://www.wikiepedia.com
MAKALAH
KEINDAHAN
DALAM SENI
DAN
ESTETIKA
KLASIK BARAT
DISUSUN
OLEH:
NAMA
ANGGOTA KELOMPOK 4/3F:
1. ARYA
PANDU
2. INDAH
SRI PURWATI
3. INTAN
NURLITA
4. DEWI
RAHMAWATI
5. IBNU
ATO’ILAH
STKIP PGRI TULUNGAGUNG
Jalan Mayor Sujadi No.7
Tulungagung Telp./ Fax 0355-321426
Email:stkippgritulungagung@gmail.com/website: stkippgritulungagung.ac.id/Kode
Pos 6622
KATA
PENGANTAR
Assalamualikum Wr. Wb
Puji syukur kita
panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, taufik dan inayah-Nya serta
nikmat sehat sehingga penyusunan makalah guna memenuhi tugas mata kuliah
pendidikan Seni Rupa SD ini dapat selesai sesuai dengan yang diharapkan.
Dalam penyusunan
makalah ini tentunya hambatan selalu mengiringi namun atas bantuan, dorongan
dan bimbingan dari orang tua, dosen pembimbing dan teman-teman yang tidak bisa
saya sebutkan satu persatu akhirnya semua hambatan dalam penyusunan makalah ini
dapat teratasi.
Makalah ini kami susun
dengan tujuan sebagai informasi serta untuk menambah wawasan khususnya mengenai
pengertian keindahan dalam seni dan estetika klasik barat, seni adalah Mimesis.
Adapun metode yang kami ambil dalam penyusunan makalah ini adalah berdasarkan
pengumpulan sumber informasi dari berbagai karya tulis dan kajian serta
web-blog.
Semoga
makalah ini dapat memberikan manfaat dan motivasi sekaligus menambah wawasan
untuk saya pribadi khususnya dan untuk para pembaca. Tidak lupa juga kami mohon
maaf apabila dalam penyusunan makalah ini terdapat kesalahan dalam hal
penyusunan dan isi makalah maupun kosa kata yang mungkin tidak memenuhi standar
bahasa indonesia yang baik dan benar. Kami sebagai penulis sadar bahwa makalah
ini masih jauh dari kata sempurna dan untuk itu kritik dan saran sangat kami
harapkan demi kebaikan makalah kami.
Tulungagung, Oktober 2015
Penyusun
BAB
I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pengertian
Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang,
hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi
kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,
keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar
atau elok. Keindahan adalah susunan yang teratur dari bagian yang erat antara
satu dengan lainnya (Baumgarten, pujangga Jerman), keindahan adalah sesuatu
yang memiliki proporsi yang harmonis (Shaftesbury, pujangga Jerman), Keindahan
adalah keserasian obyek dengan tujuannya (Emmanuel Kant). Keindahan atau
keserasian diwujudkan dalam bentuk ukuran, perpaduan, pertentangan atau
keseimbangan. Ukuran segi panjang yang indah adalah 3 berbanding 5, perpaduan
kulit yang gelap dengan baju yang berwarna lembut adalah serasi, pertentangan
tinggi rendah atau keras lembutnya suara musik adalah indah dan keseimbangan
yang tercipta dari seorang yang bertubuh tinggi mengenakan baju bergaris
horisontal atau orang yang pendek mengenakan baju bergaris vertikal adalah
serasi.
Perdebatan mengenai hubungan seni dan realitas telah
berlangsung dari masa ke masa sejak zaman Plato. Ada tiga golongan besar
pendapat mengenai keterkaitan seni dan realitas: 1) seni merupakan imitasi atau
tiruan dari realitas; 2) seni merupakan penyempurnaan dari realitas; 3) seni
sama sekali terpisah dari realitas. sebelum membahas mengenai perdebatan
tersebut, terlebih dahulu penulis kemukakan mengenai definisi dari seni dan
realitas. Seni alias kunst, dalam kamus Belanda-Melayu susunan Klinkert,
mempunyai pengertian hikmat,ilmu, pengetahuan, kepandaian, ketukangan.
Pengertian ini sesuai dengan kata art dalam
bahasa Inggris yang berarti skill in making or doing yang
ditulis dalam ‘Art an The Arts’, The World Book Encyclopedia. Seni di sini lebih
menunjuk kepada perbuatan atau ketrampilan, bukan pengetahuan (Sumarjo, 2000:
42). Pengertian seni seperti ini nampak sejalan dengan asal kata art dalam bahasa Yunani yaitu techne yang
berarti ketrampilan.
Istilah
realitas diperkenalkan ke dalam filsafat pada abad ke 13, oleh Duns Scotus,
yang menggunakan istilah itu sebagai sinonim being (yang –ada, pengada).
Realitas mencakup baik apa yang bereksistensi maupun yang bersubsistensi
(misalnya kemungkinan-kemungkinan). Ada beberapa pengertian realitas, dalam
Kamus Filsafat oleh Lorens Bagus, antara lain: segala sesuatu yang ada; jumlah
seluruh semua yang ada; alam semesta; keadaan atau kualitas sesuatu yang real,
atau benar-benar ada, mencakup segala sesuatu yang ada (Bagus,1996:937).
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa
pengertian keindahan dalam seni?
2. Apa
pengertian estetika klasik barat, Seni adalah Mimesis?
C. TUJUAN
1. Untuk
mengetahui pengertian keindahan dalam seni.
2. Untuk
mengetahui pengertian estetika klasik barat seni adalah mimesis.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Keindahan dalam Seni
Pengertian Keindahan atau keelokan merupakan
sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman
persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik,
bagus benar atau elok. Keindahan adalah susunan yang teratur dari bagian yang
erat antara satu dengan lainnya (Baumgarten, pujangga Jerman), keindahan adalah
sesuatu yang memiliki proporsi yang harmonis (Shaftesbury, pujangga Jerman),
Keindahan adalah keserasian obyek dengan tujuannya (Emmanuel Kant). Keindahan
atau keserasian diwujudkan dalam bentuk ukuran, perpaduan, pertentangan atau
keseimbangan. Ukuran segi panjang yang indah adalah 3 berbanding 5, perpaduan
kulit yang gelap dengan baju yang berwarna lembut adalah serasi, pertentangan
tinggi rendah atau keras lembutnya suara musik adalah indah dan keseimbangan
yang tercipta dari seorang yang bertubuh tinggi mengenakan baju bergaris
horisontal atau orang yang pendek mengenakan baju bergaris vertikal adalah
serasi.
Keindahan berasal dari kata indah yang
artinya bagus, cantik, atau elok. Indah sama dengan “beauty” (bahasa Inggris),
“Beau” (bahasa Perancis) atau “Bello” (bahasa Italia). Keindahan dapat
diartikan secara artistik, terbatas, dan luas. Definisi Seni : Beberapa
definisi dan pengertian kata seni: Pengertian kata seni kita ambil dari
Inggris art, yang berakar pada kata Latin ars, yang berarti: "ketrampilan
yang diperoleh melalui pengalaman, pengamatan atau proses belajar". Dari
akar kata ini kemudian berkembang pengertian yang diberikan oleh kamus Webster
sebagai berikut: "penggunaan ketrampilan dan imajinasi secara kreatif
dalam menghasilkan benda-benda estetis." (Webster's Collegiate Dictionary,
1973, hal.63). Pengertian lain diambil dari bahasa Belanda kunst, yang
mempunyai definisi sebagai berikut: "suatu kesatuan secara struktural dari
elemen-elemen estetis, kwalitas-kwalitas teknis dan ekpresi simbolis, yang
mempunyai arti tersendiri dan tidak membutuhkan lagi pengesahan oleh
unsur-unsur luar untuk pernyataan dirinya".(Winkler Prins,
hal.427). Definisi seni Kamus Umum Bahasa Indonesia: Kecakapan
membuat (menciptakan) sesuatu yang elok-elok atau indah. Sesuatu karya
yang dibuat (diciptakan) dengan kecakapan yang luar biasa seperti sanjak,
lukisan, ukiran-ukiran dsb. Seni menurut media yang digunakan terbagi 3
yaitu :
1.
Seni yang dapat dinikmati melalui media pendengaran atau (audio
art), misalnya seni musik,seni suara, dan seni sastra seperti puisi dan pantun
2.
Seni yang dinikmati dengan media penglihatan (Visual art))
misalnya lukisan, poster,seni bangunan, seni gerak beladiri dan
sebagainya.
3.
Seni yang dinikmati melalui
media penglihatan dan pendengaran (audio visual art) misalnya
pertunjukan musik, pagelaran wayang,film Keindahan dalam arti
artistik disebut juga dengan keindahan seni yang merupakan pengutaraan isi jiwa
atau perasaan sang penciptanya. Isi jiwa manusia dapat berbentuk rasa indah,
rasa lucu (kosmis), rasa sedih (tragis) rasa gaib (magic) dan sebagainya. Hasil
karya seni mencerminkan isi jiwa sang penciptanya dan mengungkapkan keindahan
dalam arti artistik (seni). Keindahan seni sendiri dapat disalurkan seperti
lukisan, lagu, karya sastra, dan masi banyak lagi penyaluran dari keindahan
seni ini. Kita juga dapat menciptakan sebuah keindahan seni melalui lukisan
tentang keindahan alam, lalu tarian yang gerakannya menunjukkan keindahan dan
lagu yang merupakan perasaan, pikiran kita.
Keindahan (beauty) merupakan
pengertian seni yang telah diwariskan oleh bangsa Yunani dahulu. Plato
misalnya, menyebut tentang watak yang indah dan hukuman yang indah. Aristoteles
merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang baik dan menyenangkan. Plotinus
menulis tentang ilmu yang indah dan kebajikan yang indah. Bangsa Yunani juga
mengenal kata keindahan dalam arti estetis yang disebutnya
"symmetria" untuk keindahan visual, dan harmonia untuk
keindahan berdasarkan pendengaran (auditif). Jadi pengertian keindahan secara
luas meliputi keindahan seni, alam, moral, dan intelektual.
Herbert Read -dalam
bukunya The Meaning of Art merumuskan keindahan sebagai suatu
kesatuan arti hubungan-hubungan bentuk yang terdapat di antara
pencerapan-pencerapan inderawi kita. Thomas Aquinas merumuskan
keindahan sebagai suatu yang menyenangkan bila dilihat.
Kant secara eksplisit
menitikberatkan estetika kepada teori keindahan dan seni. Teori keindahan
adalah dua hal yang dapat dipelajari secara ilmiah maupun filsafati. Di samping
estetika sebagai filsafat dari keindahan, ada pendekatan ilmiah tentang
keindahan. Yang pertama menunjukkan identitas obyek artistik, yang
kedua obyek keindahan.
Ada dua teori tentang
keindahan, yaitu yang bersifat subyektif dan obyektif, Keindahan
subyektif ialah keindahan yang ada pada mata yang memandang. Keindahan obyektif
menempatkan keindahan pada benda yang dilihat.
Definisi keindahan
tidak mesti sama dengan definisi seni. Atau berarti seni tidak selalu dibatasi
oleh keindahan. Menurut kaum empiris dari jaman Barok, permasalahan seni
ditentukan oleh reaksi pengamatan terhadap karya seni. Perhatian terletak pada
penganalisisan terhadap rasa seni, rasa indah, dan rasa keluhuran (keagungan).
Reaksi atas intelektualisme pada akhir abad ke-19 yang dipelopori oleh John
Ruskin dan William Moris adalah mengembalikan peranan seni (ingat kelahiran
gerakan Bauhaus yang terlibat pada perkembangan seni dan industri di Eropa).
Dari pandangan tersebut
jelas bahwa permasalahan seni dapat diselidiki dari tiga pendekatan yang
berbeda tetapi yang saling mengisi. Di satu pihak menekankan pada
penganalisisan obyektif dari benda seni, di pihak lain pada upaya subyektif
pencipta dan upaya subyektif dari apresiator.
Bila mengingat kembali
pandangan klasik (Yunani) tentang hubungan seni dan keindahan, maka kedua
pendapat ahli di bawah ini sangat mendukung hubungan tersebut; Sortais
menyatakan bahwa keindahan ditentukan oleh keadaan sebagai sifat obyektif dari
bentuk(l'esthetique est la science du beau). Lipps berpendapat bahwa
keindahan ditentukan oleh keadaan perasaan subyetif atau pertimbangan
selera (die kunst ist die geflissenliche hervorbringung des schones).
B. Estetika
Klasik Barat: Seni adalah Mimesis
Estetika baru muncul pada abad (18) kedelapan belas, dan
sejarah yang mengenai hal-hal yang mengacu pada estetika adalah setua sejarah
etika, logika, metafisika, dan epistemology. Filusuf Alexander Baumgarten-lah
yang memperkenalkannya di tahun 1750, tapi perintis pertamanya adalah sokrates
(469-344 SM).
Estetika membahas tentang apa itu keindahan, menyelidiki
prinsip-prinsip landasan seni, dan pengalaman seni, yakni penciptaan seni,
penilaian atau refleksi atas karya seni.
Pemikiran tokoh-tokoh estetika pada masa Yunani klasik, tokoh-tokoh
yang di bahas adalah mulai dari Sokrates, Plato, dan Aristoteles. Yang menarik
dari tokoh-tokoh estetika ini adalah perbedaan sudut pandang dan perspektif
yang mencolok dari setiap pemikir. Ada yang terfokus pada dunia Idea (Plato),
dan ada yang terarah pada pengalaman dunia fisik (Aristoteles).
Jika istilah estetika diartikan filsafat keindahan, maka
sejarah estetika berarti sejarah filsafat keindahan. Kalau kita mencoba
memberikan gambaran sejarah filsafat seni dengan perumpamaan pohon filsafat,
sebagaimana dikerjakan oleh Descrates dalam bukunya Principia Philoshopine,
maka kita harus menganggap filsafat Plato sebagai batang dari segala akar
estetika.
Ketiga orang besar diantara ahli filsafat yunani yang
meletakan fondamen pertama tentang estetika yaitu Sokrates, Plato dan
Aristoteles. Sokrates adalah perintis, Aristoteles adalah penerus Plato yang
terkenal dengan Dewa Estetika.
1. Estetika
Sokrates Fondamen Sokrates yang meletakkan batu pertama dari estetika (sebelum
nama ini diberi nama). Dalam perdebatan antara sokrates dan Happias sokrates
meminta ide keindahan “gagasan umum” yang menyebutkan semua barang indah
menjadi indah, Sokrates tidak menanyakan apa yang bersifat indah.
Happias menambahkan bahwa sendokpun bisa jadi indah, akan
tetapi kita tidak dapat mengartikan sama cantiknya seperti benda dan gadis
dara. Sokrates member bumbu kepada perkataan Happias: “memang Heraklatus pernah
mengatakan bahwa kera yang tercantik, jika dibandingkan dengan orang maka ia
masih jelek. Demikian juga dengan gadis cantik, bukan apa-apa kalau
dibandingkan dengan bidadari dari sorga, sebagaimana orang yang paling arif
bijaksana, apabila dibandingkan dengan Tuhan, tentu masih tanpak kera dalam
segala hal. Akan tetapi kita kembali kepada: What the beautiful is.
Walaupun
catatan yang diberikan oleh sokrates tidak sistematis, estetika telah lahir
ketika sokrates dapat menjawab pertanyaan Happias, dengan perkataan kecantikan
bukanlah sifat tertentu dari seribu barang, tetapi dibelakang semua itu
terdapat kecantikan itu tersendiri.
2. Estetika
Plato
Plato adalah filusuf pertama didunia barat yang dalam seluruh
karyanya mengemukakan pandangan yang meliputi hampir semua pokok semua
estetika. Pembahasannya tidak utuh dan merupakan suatu system tersendiri,
tetapi tersebar sebar dalam karyanya. Berikut ini kita mengumpulkan dan meningkatkan
pandangannya keindahan dan karya seni.
a. Keindahan
Plato berpendapat bahwa untuk mengetahui keindahan
sesungguhnya, kita terlebih dahulu mengosongkan pikiran dan membersihkan diri
dari segala kesalahan dan kekurangan. Kita harus membuang kesalahan dan dosa
yang pernah terjadi dan mencoba kembali kedalam kesucian jiwa kita.
Keindahan dapat dibagi menjadi dua yang pertama tentang dunia
idea, dan kedua dunia yang nyata. Pandangan yang pertama, secara mengesankan
dan dengan bahasa yang sangat indah, ia kemukakan dalam wawancara semposium
sebagi pendirian Socrates. Socrates mengatakan bahwa ajaran itu diterima dari
seorang dewata bernama Diotima yang berasal dari Mantineia (dalam terjemahan
inggris nama dewata itu adalah “fear the lord from prophetveille”, sesuai
dengan sindiran yang termuat dalam bahasa yunani). Menurut pandangan itu, yang
indah adalah benda yang material, umpamanya tubuh manusia, yang tampak pada
saya. Kalau selanjutnya saya melihat beberapa orang seperti itu, pengalaman
akan keindahan meningkat. Lebih jauh lagi manusia merasa diajak untuk ingat
pada yang lebih indah daripada tubuh, yaitu jiwa lama kelamaan, socrtaes
mengajak pendengar untuk maju terus sampai pada idea yang indah. Itulah yang
paling indah, sumber segala keindahan. Semua keindahan lain haknya ikut ambil
pada yang indah dalam dunia idea itu, sama halnya seperti idea kebenaran,
kebaikan, ataupun segitiga.
Pandangan plato yang pertama didasarkan pada ajaran tentang
idea ini, yakni “teori dua dunia”. Dua dunia tersebut adalah ‘dunia idea’
(dunia atas) dan “dunia sehari-hari” (dunia bawah). Menurut plato dunia bawah
merupakan tiruan dari dunia atas. Dunia atas digambarkan sebagai dunia idea,
yaitu: dunia kebenaran absolute, sejati, dunia rohani, pengetahuan sejati
(episteme). Sedangkan dunia bawah adalah dunia yang relative, sehari-hari,
fana, kebenaran relative, tiruan, dan hanya merupakan ‘pendapat’. Pandangan
kedua, dikemukakan plato dalam salah satu dialognya yang terkenal, yakni
phiilebus. Disini dinyatakan bahwa yang indah dan sumber segala keindahan
adalah yang paling sederhana. Yang dimaksud sederhana adalah bentuk dan ukuran
yang tidak dapat diberi batasan yang lebih sederhana lagi. Pada pandangan
pertama, yang indah itu dilepaskan dari pengalaman jasmani. Keindahan dalam
pengertian hidup sehari-hari adalah tingkat dua saja. Keindahan sesungguhnya
hanya ada di dunia idea, sedangkan pandanagn plato yang kedua, yang indah itu
tidak dilepaskan dari pengalaman inderawi yang membangun pengalaman estetis dan
keindahan dalam pengertian sehari-hari.
Pandangan yang kedua ada dalam Philebus. Disana dinyatakan
bahwa yang indah dan sumber segala keindahan adalah yang paling sederhana,
umpamanya nada yang paling sederhana, warna yang sederhana. Yang dimaksud
dengan ‘sederhana’ ialah bentuk dan ukuran yang tidak dapat diberi batasan
lebih lanjut berdasarkan sesuatu yang lebih sederhana lagi. Oleh karena itu
keindahan bersifat terpilah-pilah baik dalam alam maupun dalam karya seni.
Pandangan plato yang kedua ini mempunyai keistimewaan karena
tidak melepaskan diri dari pengalaman inderawi yang merupakan unsure
konstitutif dari pengalaman estetis dan keindahan dalam pengertian sehari-hari.
Bagaimana hubungan antara dunia atas dan dunia bawah? Menurut
plato, antara dunia atas dan bawah terdapat hubungan timbal balik. Hubungan
tersebut dapat dijelaskan melalui tiga kata kunci:
1. Paradigma:
dunia atas menjadi contoh, prototype, pola, bagi dunia bawah.
2. Hadir
pada: dunia atas selalu hadir pada (presence) dunia bawah.
3). Partisipasi:
dunia bawah mengambil bagian (berpartisipasi) di dunia atas.
b. Karya
Seni.
Plato menyatakan sikapnya terhadap karya seni, terutama dalam
karyanya yang terbesar yaitu politea (republik). Dalam penilaiannya ada dua
unsur: yang satu teoritis dan kedua praktis.
Unsur teoritis menyatakan bahwa: segala kenyataan yang ada di
dunia ini merupakan tiruan (mimesis) dari yang asli yang terdapat di dunia idea
dan jauh lebih unggul daripada kenyataan di dunia ini. Karya seni merupakan
tiruan dari (mimesis memeseos). Oleh karena itu plato menilai rendah karya
seni. Tafsiran plato tentang karya seni sebgai tiruan dari kenyataan yang ada
di dunia ini tidak hanya jauh dari pandanagn karya seni dewasa ini, tetapi
sudah pada jaman plato dan dalam karyanya sendiri mengalami kesulitan, mungkin
karya seni rupa dan sebagian karya sastra, bisa ditafsirkan sebagai tiruan dari
kenyataan, tetapi karya seni music amat sulit di tafsirkan.
Jadi menurut plato, karya seni adalah tiruan dari kenyataan
yang ada di dunia ini (kecuali music), jadi jauh dari kebenaran sejati. Itulah
sebabnya kemapa ia menyebut karya seni sebagai tiruan dari (mimesis memeseos).
Plato memiliki dua kebertan terhadap karya seni. Pertama, karena karya seni
menirukan sesuatu di dunia ini, yang sebenarnya sudah merupakan tiruan dari
dunia idea. Jadi, karya seni adalah tiruan dari tiruan artinya tiruan dua
tingkat. Itulah sebabnya mengapa menurut Plato, seni tidak baik untuk dijadikan
sebagai sumber pengetahuan.
Bagi plato, hanya filsafatlah yang pantas menjadi sumber
pengetahuan, kebijakan dan moral.
Keberatan plato terhadap seni terkait dengan pengaruh buruk
seni terhadap masarakat. Seni memberi pengaruh bagi penonton dan masarakat.
Mengapa? Karena, hakikat seni bersifat emosional. Plato menantang karya sastra
dan drama, karena dalam drama banyak terdapat adegan adegan yang kurang baik
dipertontonkan dan akan menjauhkan warga Negara dari tugasnya membangun Negara.
Baginya, pusi itu prosesnya irasional dan kurang control terhadap akal,
sehingga akan member pengaruh buruk pada penontonnya.
3. Estetika
Aristoteles
Sebagai murid plato, Aristoteles mengemukakan beberapa
pandangan yang mirip dengan ajaran sang guru, tetapi sudut pandangnya berbeda.
Mengapa? Karena Aristoteles menolak dunia idea Plato sebagai sumber
pengetahuan. Sumbangan utama Aristoteles bagi estetika diuraikan dalam buku
Poetika (poetics).
a) Keindahan
Pandangan Aristoteles tentang keindahan agak dekat dengan
pandangan kedua dari plato: keindahan menyangkut keseimbangan dan keteraturan
ukuran, yakni ukuran material. Pandangan ini, menurut Aristoteles menyangkut
benda-benda alam maupun untuk karya seni buatan manusia.[9]
b) Karya
Seni.
Pandangan Aristoteles tentang ini mirip dengan Plato: karya
seni adalah sebuah tiruan (imitasi), yakni tiruan dari dunia alamiah dan dunia
manusia. Bagi Aristoteles, seni tidak hanya tiruan dari benda yang ada dari
alam, tetapi lebih sebagai tieuan dari sesuatu yang universal. Aristoteles
tidak setuju dengan penilaian negative Plato atas karya seni, karena dia
berpendapat bahwa bentuk-bentuk (form) tidak terpisah dari dunia inderawi,
karenanya dia tidak memiliki keberatan terhadap dunia inderawi dan seni yang
meniru dunia inderawi. Maksud ini sudah jelas, karena pertam-tama minat
aristoteles bukan seni rupa melainkan seni drama dan musik.
Aristoteles cukup panjang lebar memeriksa dan memerinci
segala syarat yang harus dipenuhi agar suatu tragedi menjadi karya seni yang
sempurna. Yang sangat diperhatikan adalah pandangan pokok Aristoteles yang
mendasari syarat-syarat itu, yaitu pandangannya tentang “khatarsis” artinya
pemurnian, yang diasalkan dari kata “khatarus” artinya murni atau bersih.
Menurut Aristoteles, khatarsis adalah puncak dan tujuan karya seni drama dalam
bentuk tragedi. Segala peristiwa, pertemuan, wawancara, keberhasilan, dan
kegagalan serta kekecewaan harus di susun dan dipentaskan sedemikian rupa
sehingga pada suatu saat secara serentak semuanya tampak logis, tetapi juga
seolah-olah tak terduga. Pada saat itulah khatarsis terjadi secara tiba-tiba:
seakan-akan segala masalah dan kejadian yang muncul bertimbun dalam peran-peran
utama dan dalam diri penonton tiba-tiba pecah atau mencair, tak jarang in
terjadi secara mengharukan.
Teori khatarsis Aristoteles ini sangat berpengaruh dalam
filsafat seni, terutama dalam teori drama. Biasanya khatarsis diharapkan
terjadi pada diri penonton dan kemudian dibawanya pulang sebagai pemahaman yang
lebih mendalam tentang manusia, sebagai pembebasan batin sebagai pengalaman
penderitaan. Dengan demikian, khatarsis ini memiliki makna “terapeutik”, bahkan
sering sekali terdapat unsure penyesalan dan perubahan, semacam pencerahan atau
pertobatan dalam pengalaman religius.
Plato menempatkan seni
(yang sekarang dianggap sebagai suatu karya indah) sebagai suatu produk imitasi
(mimesis). Karya imitasi (seni) tersebut harus memiliki keteraturan dan
proporsi yang tepat.
Aristoteles memandang
estetika sebagai "the poetics" yang terutama merupakan
kontribusi terhadap teori sastra daripada teori estetika. Sebenarnya secara
prinsip Aristoteles dan Plato berpandangan sama yaitu membuat konklusi bahwa
seni merupakan proses produktif meniru alam. Aristoteles juga mengembangkan
teori "chatarsis" sebagai suatu serangan kembali terhadap pendapat
Plato. Chatarsis, dalam bentuk kata Indonesia "katarsis" adalah
penyucian emosi-emosi menakutkan, menyedihkan dan lain-lain.
BAB
III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
·
Keindahan berasal dari kata indah yang artinya bagus, cantik, atau
elok. Indah sama dengan “beauty” (bahasa Inggris), “Beau” (bahasa Perancis)
atau “Bello” (bahasa Italia). Keindahan dapat diartikan secara artistik,
terbatas, dan luas. Kesimpulan Pengertian kata seni yang berarti:
"ketrampilan yang diperoleh melalui pengalaman, pengamatan atau proses
belajar yang menghasilkan karya yang indah". Sesuatu karya yang dibuat
(diciptakan) dengan kecakapan yang luar biasa seperti sanjak, lukisan, ukiran-ukiran
dsb.
·
Keindahan merupakan jalan menuju kontemplasi.
Pandangan ini Nampak dalam pemikiran Socrates, Plato, dan Aristoteles.
Keindahan itu sendiri di anggap ada di luar dan subyek, biasanya dengan
penekanan bahwa keindahan itu ada di “seberang’. Perhatian akan apa yang secara
empiris terjadi didalam diri si subyek termuat dalam pandangan Aristoteles,
yang kedua-duanya menyajikan penyelidikan terhadap pengalaman manusia secara
aposteriori-empiris.
B. KRITIK DAN SARAN
DAFTAR
PUSTAKA